Sabtu, 01 Juni 2013

Puisi-puisi Ake Nera Atakiwang, Sabtu 01 Juni 2013

Pulau Kesepian

Ingatanku kepadamu itu seperti lepas laut,
yang membentang antara dua pulau kesepihan
yang terbakar bertahun-tahun.
Sedang di dadaku pendar ngilu,
tempat setiap luka tumbuh.


Pra(sisi)

Seperti angin yang santun di pundak ilalang
terlanjur memekarkan gaduh.
Rupanya ciumanmu begitu layu melayang
lalu mengelinding ke dalam mimpi.


Tafsir

Jadi apa yang engkau pilih sehabis gerimis.
sebutir air yang menjadi pelangi?
Ataukah sekerat nyala yang
melumerkan wajahmu dalam retak bayangan


Elegi


Di hari engkau memintaku untuk pergi
semalaman gerimis rekah dikelopak mataku
Sejak itu kuputuskan untuk belajar

memenjarahkan perih dalam bisu sajak
 
 
Kepulangan

Jalan sepanjang ingatan,
ingatan sepanjang jalan



Ake Nera Atakiwang. Kelahiran 13 September 1986, di timur Indonesia, tepatnya Larantuka, Nusa Bunga- NTT. Kala kecil gemar, menendang bola, dan menyanyi, kini tengah menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi di Jakarta, jurusan Hukum. Sehari-hari sibuk membaca dan meluangkan waktu untuk menulis puisi sebuah minat baru yang mulai ia tekuni beberapa tahun belakangan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Template Design By:
SkinCorner