Kamis, 16 Mei 2013

X-Poems: Puisi-puisi Dona Rahayu, Kamis 16 Mei 2013


 
 Lacur Bumiku
Kaulacurkan tanah bumiku, dengan harga murah
Kauobral,tanpa kaubaluti dengan sehelai benangapapun
Kaucicipi tubuh, yang kianme lolong menyesak
Mencuri wajah, dengan wajah tanpa noda
Bisu, diam dan menghening
Pelan-pelan tetap melacurinya dengan wajah tanpa dosa

Bogor 5 Maret 2013


Lidah Api

Lidah memang tidak bertulang
Tapi dia mampu membunuhmu..

mana yang ingin kaupilih??
Membunuh atau terbunuh?

lidah, lidah ini bias saja membeku
bahkan dia bisa menjadi api yang selalu siap membakarmu
kapan ingin kaupilih waktunya?
Detik ini dia bias membakarmu

Ingatkah engkau kapan terakir kali menggunakan lidahmu dengan baik?
Atau sudah lupa ya?

Kauingin menghujam jantungmu sendiri?
Tak susah payah kau mencari alat
Karena lidahmu sendiri bias membunuhmu

Ingat saat kaugunakan lidah apimu untuk menghinaku?
Aku memang dungu saat itu kawan
Aku memang rendah, hina
Bahkan aku butuh welas kasihmu saat itu.

Tapi sekarang, liatlah kawan
Lidah apimu telah membesarkan aku
Beruntung aku tak matiwaktu itu
Kini aku menyaksikan, lidahmu sendiri kian membunuhmu...

Apa aku harus tertawa???
Senja saja mengacuhkan engkau
Mungkin saja aku juga bias mengacuhkan engkau sama seperti senja
Tapi aku tak seangkuh itu

ini mawar untukmu, kausimpan saja di dalam kaus kutangmu
semoga saja itu bisa menjadi obat lidahmu


Dona Rahayu, Lahir dan besar di Riau. Bergiat di Communty Pena Terbang (COMPETER) Dunia Maya. Menikah di Pekanbaru, berbulan madu dan menetap di Jakarta.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Template Design By:
SkinCorner