Senin, 21 Januari 2013

X-Poems: Puisi-puisi Ganjar Sudibyo, Slasa 22 Januari 2013


SHENANDOAH*
:mairead nesbitt

di biola, cahaya-cahaya merayakan nada-nada
jemarimu adalah langit yang menggerakkan awan;
orang-orang meletakkan syair-syair dari negeri celtic
pada detak jantung mereka di bulan yang menghentikan
segala musim. lalu inilah yang kusebut suara itu:
dawai-dawai telah membentuk seluruh mitos
jadi telinga kesunyian.
di biola, hanya di biola yang kau pertemukan
aku melihat tak ada orang bercerita tentang
kematian dan ketakutan. sebab jemarimu
merentangkan arah mata mereka
menuju dongeng-dongeng yang memang
benar-benar tidak bisa diterjemahkan
melampaui gesekan waktu


2013



THE VOICE*

“come and follow me”

sebuah tarian dimainkan, orang-orang mendebarkan tubuh mereka;
suara-suara. kalian memintanya. suara-suara. kalian mengharukannya

sebuah tarian dimainkan, suara datang bergantian; inikah sepanjang
penantian yang menyusun celah-celah pergantian?

kalender tiba-tiba menggulung dirinya. lalu meredam segala
suara. almanak itu memilih untuk tetap berusaha menemukan
bagaimana caranya mengayunkan suara-suara pasi


2013


*) judul-judul ini merupakan judul lagu dari sebuah album celtic woman



SUARA YANG BERGETAR

tersebutlah orasi yang panjang dari partitur-partitur
ini bukan nama sebuah band, katamu
dentum-dentum timbal telah diterjemahkan sebagai
ketukan yang mengatasi persentuhan nada dan tema

kami melihat kalian, dan cara kalian  merayakan
ulang tahun bagi cahaya-cahaya yang muncul
melalui panggung menuju rambut-rambut
kalian yang memilih untuk digeraikan
oleh angin-angin yang muncul
dari pepohon bermahkota besar

malam ini seorang perempuan yang bergaun
tampak jadi seperti perlambang lagu yang berputar
tanpa bisa mencapai nada terakhirnya


2013



Ganjar Sudibyo yang memiliki nama lengkap A.Ganjar Sudibyo dan nama panggilan Ganz ini lahir di Semarang. Seorang mahasiswa psikologi Undip yang intens berpuisi dan menulis esai di berbagai media, mengikuti lomba, antologi dan forum diskusi sastra. Saat ini sedang bergiat dalam komunitas diskusi MEMETICS dan ikut mengelola komunitas sastra LACIKATA Semarang. Buku sepilihan sajaknya: “Pada Suatu Mata, Kita Menulis Cahaya” sedang dalam proses terbit. Blog pribadinya: ganzpecandukata.blogspot.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Template Design By:
SkinCorner