Selasa, 10 Juli 2012

X-Poems: Puisi-puisi Lailatul Kiptiyah Ngaeni

 
Hadiah

Teruntuk: Juliana Dian Komalasari

ada kuncup yang rekah, dari setangkai usia
tapak-tapak kecilmu adalah lukisan
pada kanvas alam raya
memberi warna rindu
yang tak pernah purna

ada aroma basah, dari embun-embun yang pecah
mengabarimu tentang pagi yang tiba
menggantikan mimpi yang rapat kau dekap
di lekuk hatimu yang muda

kelak mimpi itu akan kembali
mengiring tapak-tapak kecilmu menari
menuju angkasa raya
menempuh segala doa
 
Yang Tertinggal 
 
senja semakin remang di kota itu
seekor burung hinggap di atap halte bercat biru
hanya ada seorang lelaki tua di dalamnya
seperti tepekur menatapi selajur lurung raya
jalanan murung yang bagai tertutup dari segala cahaya

ia seperti orang yang telah lama menunggu
-entah siapa
sedari bermusim-musim lalu
hingga kulihat langit semakin suram
menyungkupi kota itu
ketika samar kudengar ia tersedu
menyanyikan firmanMu
 
Pada Suatu Musim
 
Kelak kita serupa daun-daun kering
terpisah dari ranting

Sendiri merebah
berpulang pada tanah

2 komentar:

  1. Pada Suatu Musim, aku ridu panggilan-Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada suatu musim kita benar2 dipanggilnya...

      Hapus

 
Template Design By:
SkinCorner